Pendidikan Untuk Apa?

http://www.dedysurya.com/merajut-pendidikan-yang-humanis.html
http://www.dedysurya.com/merajut-pendidikan-yang-humanis.html

Setiap tahunnya, minimal 20% dari APBN dan APBD di anggarkan untuk pendidikan.
Porsi yang sangat besar ini, menggambarkan betapa besar dan pentingnya pendidikan untuk pembangunan Negara dan Daerah.

Dengan anggaran yang sangat besar tersebut, apa sebenarnya yang ingin diwujudkan dari pendidikan? Dan mengapa ia menjadi begitu penting?

Untuk menjawab itu, perlulah rasanya menilik kedalam peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah, karna itulah panduan dalam pendidikan di Indonesia.

Peraturan pendidikan memang terbagi menjadi beberapa peraturan, seperti UU No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, UU No 20 tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran, UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan berbagai macam peraturan dr Permen, Perda dll.

Dalam UU No 12 tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi disebutkan pada halaman pertama UU tersebut bahwa UUD 1945 mengamanatkan kepada pemerintah untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem Pendidikan Nasional yang “Meningkatkan Keimanan, Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa serta memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”. Masih dalam UU yang sama, dijelaskan lebih lanjut pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Sedangkan dalam UU no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional juga di sebutkan hal yang sama pada halaman pertama, bahwa UUD 1945 mengamanatkan pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkat keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang di atur dengan Undang-Undang.

Jika kita coba tarik sebuah kesimpulan, ada kesamaan frame dan tujuan dari pendidikan yang sedang di upayakan oleh pemerintah yaitu bahwa tujuan utama dari Pendidikan adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, disusul oleh perbaikan karakter dan akhlak barulah kemudian disusul dengan penguasaan bidang atau kepakaran.
Artinya apa? Artinya bahwa pendidikan yang benar, akan menghasilkan ilmu yang semakin mendekatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Sang Pencipta dan Pemilik Ilmu. Jadi ketika ada orang yang memiliki keluasan ilmu tapi jauh dari Tuhan apalagi malah semakin buruk akhlak dan karakternya, maka tentu tujuan pendidikan belum tercapai secara utuh.

Di samping itu, yang perlu di garis bawahi juga adalah pendidikan berkeinginan mewujudkan sebuah kesadaran pada diri peserta didik untuk ingin mengembangkan potensi dirinya secara aktif, yang artinya harus ada hubungan timbal balik dalam proses pembelajaran agar tujuan ini tercapai.

Maka terjawab pertanyaan besar apa pentingnya pendidikan sehingga ia memiliki porsi yang sangat besar di dalam rancangan anggaran negara dan daerah.
Pertama pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan manusia-manusia aktif yang senantiasa melakukan pengembangan diri dan potensi yang dimilikinya, serta ingin menjadikan manusia makhluk yang bersyukur dengan ilmu yang dia miliki bisa mendekatkan diri nya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kolaborasi ilmu dan keimanan inilah yang tentu harus melahirkan kebermanfaatan yang lebih dari orang tersebut, baik untuk dirinya, agamanya, bangsa dan negaranya.

Semoga kita menjadi sebaik-baik manusia.

In frame : Diskusi bersama peserta LDKM 2017 kampus Politeknik Piksi Ganesha.
15 September 2017

Oleh: Ahmad Jundi Khalifatullah (Kadept Kebijakan Publik KAMMI Bandung 2016-2018)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*