Pemuda Idaman, Pemimpin Peradaban

http://beritalangitan.com/fakta-opini/menjadi-pemuda-cerdas-dan-ideologis/

Pemuda adalah ujung tombak yang siap menerkam, pun bagaikan anak panah tajam yang siap melesat. Pemuda adalah mereka yang penuh idealisme, simpatik, visioner, kritis dan mempunyai semangat juang untuk memperbaiki kualitas diri dan bangsanya. Berikrar merajut sketsa perjuangan dan merangkai kepingan kehidupan serta pengalaman membangunnya menjadi sebuah aset yang tak ternilai bagi perubahan peradaban untuk bangsa dan negara.

Kemampuan melakoni drama dalam alur cerita kegiatan sosial kemasyarakatan adalah kunci untuk mewujudkan mimpi Muslim Negarawan, sebagaimana tagline KAMMI (Jayakan Indonesia 2045).

“Muslim Negarawan adalah sosok yang mau berkontribusi kepada entitas kebangsaan dan mampu memajukan masa depan Islam sebagai proses keumatan”

     -Inggar Saputra

Imam Syahid Hasan Al Banna, merupakan salah seorang pembaharu Islam, menegaskan bahwa :

Sejak dahulu sampai sekarang pemuda adalah pilar pilar kebangkitan. dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. dalam  setiap fikroh, pemuda adalah pengibar panji panjinya.”

Bangun!! Jangan terus terlelap dengan tidur panjangmu.

Kita sebagai pemuda telah dibebankan dengan tugas sejarah untuk memperbaiki kondisi Islam dan negara kita, Indonesia. Bukankah di kampus, kita diajarkan tentang kepemimpinan, integritas, karakter positif, nasionalisme dan peningkatan nilai spiritualitas untuk bekal  kita berkontribusi demi kemajuan Islam dan bangsa Indonesia?. Sejatinya Indonesia membutuhkan PERBAIKAN, dimana salah satu penopang strategisnya adalah kekuatan pemuda yang mampu membuka mata hati, fikiran,  menggetarkan jiwa, menyalakan bara api semangat dan mendorong dengan selaras langkah gerak masyarakat indonesia. Karena bangsa ini mebutuhkan uluran tangan dan gagasan-gagasan cerdas untuk menyelesaikan keresahan masyarakat. Sudah sangat jelas bukan, bahwa perbaikan adalah tradisi perjuangan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Sebagai pemuda yang bergelar “mahasiswa” yang di sebut-sebut sebagai ujung tombak perubahan tentunya mereka mempunyai amanah yang berat. Kenapa? karena mahasiswa mempunyai potensi yang sangat besar dalam perannya sebagai agent of change. tidak hanya itu, sebagai pelaku sekaligus sutradara yang dipilih dalam agen pembaharu ini tentunya kita harus mempunyai “Vission, Mission, Value, dan Meaning” yang merupakan modal untuk menjadi agen perubahan.

Strategi merupakan hal yang sangat penting. Bagaimana tidak, jika kita seorang mahasiswa sebagai agent of change tidak mempunyai planning dalam hidup, layaknya berjalan tanpa tahu arah tujuan. Karena kita hidup bukan hanya untuk saat ini saja, tetapi kita juga harus memandang jauh kedepan. Disamping itu, dalam bertransformasi kita sebagai mahasiswa dalam agen pembaharu juga tentunya harus mempunyai mental yang kokoh, layaknya tetap berdiri kokoh saat angin datang menerpa, bahkan saat hujan badai melanda. Seorang mahasiswa yang merupakan agen perubahan tentunya harus siap dengan segala kondisi apapun nantinya, segala tantangan ataupun konsekuensi yang harus dihadapi, karena sejatinya setiap perubahan pasti ada pro dan kontra. Seperti kata inspiratif mengatakan bahwa

Berdirilah sekokoh pohan. Jika kamu terjatuh, jatuhlah seperti benih yang siap tumbuh”.

-Hasna Fahimah

Untuk itu, sebagai seorang pemuda ataupun agen perubahan sudah selayaknya kontributif, produktif dan solutif dijalankan sejak dini. Kontributif dimaknai bagaimana memberikan kemampuan terbaik, mengerahkan segala potensi yang ada untuk cita-cita untuk bangsa dan umat sehinga dapat memaksimalkan perbaikan. Produktif dimanifestasikan terus bekerja, berdialektika menciptakan karya sebagai tanggung jawab intelektualitas masyarakat ilmiah. serta solutif dengan berani mengkritisi pemikiran yang menyimpang, mampu menganalisis secara ilmiah sehingga menghasilkan suatu pemikiran baru yang mampu menyelesaikan persoalan dimasyarakat.

Wahai pemuda! Fikroh ini akan menang jika kita memiliki iman yng kuat, tulus dan ikhlas kepadaNya. serta mempunyai semangat yang berkobar-kobar, kesiapan berkorban dan beramal untuk mewujudkannya”.

-Imam Hasan Al Banna

Merupakan paduan untuk para pemuda yang mampu membuka paradigma pemikiran. IMAN IKHLAS SEMANGAT dan AMAL, merupakan ciri khas akan seorang pemuda. Karena sejatinya dasar iman adalah hati yang hidup, asas ikhlas adalah hati yang suci, landasan semangat adalah perasaan yang kuat dan amal adalah tekad yang selalu tegar.

Anak panah pertama adalah banyak membaca. karena kualitas manusia diukur dari apa yang ia baca, semakin berkualitas bacaan seorang pemuda maka dirinya dikatakan layak memiliki kapasitas yang mampu menguatkan kompetisi diri dan bangsanya. dan kualitas suatu negara tergantung kepada para pemudanya yang semangat mencari ilmu, karena ilmu tanpa seamangat akan menjadi hujjah bagi diri sendiri.

Budaya baca ini merupakan suatu hal yang perlu mendapat perhatian serius, karena membaca juga merupakan aset strategis.

dengan seni hidup menjadi indah, dengan ilmu hidup menjadi mudah dan dengan agama hidup terarah”.

    -Buya Hamka

KAMMI adalah ajang investasi ilmu karena disana kita mendapatkan kesempatan wisata buku pilihan sebagai Manhaj Tugas Baca atau yang kerap disapa (MANTUBA), ini merupakan salah satu proses nalar intelektual dengan mengaplikasikannya lewat budaya membaca.

Anak panah yang kedua adalah aktif menulis sebagai prodak dari proses olah fikir fenomena yang berkembang disekitarnya. Karena jika sebuah pemikiran dan tindakan dituangkan dalam sebuah tulisan maka ia akan menjadi sebuah ledakan yang amat besar. karena tinta seorang pemuda, adalah darah bagi perubahan peradaban, karenanya wahai pemuda perhatikanlah ujung penamu bergerak!. Begitupula dengan ungkapan seorang Napoleon Bonaperte bahwa :

Saya lebih takut kepada tulisan dibaningkan menghadapi ribuan pasukan perang. Sebab tulisan menghasilkan pengaruh yang luas dan bisa membuat kekuasaan saya hanya bertahan selama tiga hari saja”.

Sangat jelas bahwa sebuah tulisan merupakan senjata tajam dalam mempengaruhi opini publik. Juga sebuah kata motivasi mengakatakan bahwa,

Jika kamu tidak bisa berperang menggunakan pedang, setidaknya berperanglah menggunakan tinta”.

dan di KAMMI juga lah merupakan organisasi yang peduli kepada literasi yang siap memfasilitasi untuk menulis sebagai Habits.

Anak panah ketiga yaitu berdiskusi. dalam memandang suatu persoalan mahasiswa-lah merupakan elemen muda yang terbiasa mengkritik kebijakan, sangat jelas bahwa diskusi sangat amat dibutuhkan untuk menjaring pendapat, beradu argumentasi, mengolah teori menjadi tindakan dan belajar untuk saling menghargai perbedaan pendapat juga sebagai ajang untuk merumuskan langkah aksi untuk bergerak secara produktif dan sesuai nalar logis. Karena KAMMI mengajarkan bahwa meski berbeda pendapat tetap harus kokoh. dan KAMMI bergerak berdasarkan kefahaman. Kader KAMMI juga ketika akan melakukan pengkaderan, kehumasan dan kerja strategis lainnya, terbiasakan melalui kajian komprehensif serta mengacu kepada fakta kontemporer sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.

Adapun peranan strategi pemuda yang lainnya adalah kecepatan terhadap kematangan pemuda, jelas ini menyangkut keimanan dan kataqwaan seorang pemuda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Selanjutnya adalah mendongkrak kewirausahaan yang dapat mencetak pemuda yang mandiri disisi lain yaitu membentuk pribadi pemuda karena sejatinya,

Jika pemuda belum mandiri secara finansial, maka ia mudah tergoyahkan oleh proyek yang sifatnya pragmatis/tergadaikan idealismenya”.

-Moh Sohibul Iman

Kemudian yang terakhir yaitu membuat jaringan komunikasi pemuda internasional.

 

Oleh : Hasna Fahimah (Departemen Humas KAMMI Bandung 2016-2018) 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*