Perangkat-Perangkat Tarbiyah Ikhwanul Muslimin

Berbicara mengenai Jamaah Ikhwanul Muslimin berarti bicara tentang tarbiyah, dan demikian sebaliknya. Istilah “tarbiyah” di kalangan aktivis dakwah seringkali dikaitkan dengan Ikhwanul Muslimin. Untuk lebih lengkap memahami keduanya, kita harus menyertakan satu nama lagi, dialah Hasan Al-Banna, sang pendiri Jamaah Ikhwan.
Tarbiyah adalah cara ideal dalam berinteraksi dengan fitrah manusia, baik secara langsung melalui kata-kata maupun secara tidak langsung dalam bentuk keteladanan, sesuai dengan sistem dan perangkat khusus yang diyakini, untuk memproses perubahan dalam diri manusia menuju kondisi yang lebih baik.
Tarbiyah memang menjadi fokus dari gerakan dakwah Ikhwanul Muslimin. Tapi tentu bukan melulu tarbiyah. Hasan Al-Banna dengan Ikhwanul Muslimin-nya, dalam berbagai kesempatan menjelaskan tentang platform Jamaah yang komprehensif dan berpandangan jauh ke depan. Sehingga dalam berbagai kesempatan kita dapatkan isu sentral gerakan dakwah Ikhwanul Muslimin adalah menyeru kepada syumuliatul islam (kembali kepada ajaran Islam yang utuh dan menyeluruh).
Tarbiyah dalam manhaj Ikhwan memiliki urgensi yang tiada taranya. Sejak amal islami digelar pada masa-masa awalnya, Ikhwan telah memahami bahwa langkah yang paling efektif untuk proses perbaikan adalah pembinaan pribadi sesuai dengan nilai-nilai Islam dan sistemnya untuk mengantarkannya kepada suatu tujuan, yaitu masyarakat muslim, lalu umat muslim, kemudian Negara Islam yang menegakkan syariat Allah.
Dalam buku perangkat-perangkat tarbiyah Ikhwanul Muslimin ini dibagi menjadi dua bab, yakni: Bab pertama, mengenai tujuan-tujuan tarbiyah dalam Jamaah Ikhwanul Muslimin. Bab kedua, mengenai sarana-sarana tarbiyahnya.
BAB Pertama : Tujuan-tujuan Tarbiyah dalam Jamaah Ikhwanul Muslimim
Tujuan dan sasaran tarbiyah islamiyah dalam konteks pembahasan kita ini kita anggap sebagai satu kesatuan. Tujuan atau sasaran tarbiyah islamiyah, yang kita ingin mencapainya dan mewujudkannya – secara global—adalah: menciptakan kondisi yang kondusif yang kondusif bagi manusia untuk dapat hidup di dunia secara lurus dan baik, serta hidup di akhirat dengan naungan ridha dan pahala Allah.
Tujuan atau sasaran tarbiyah islamiyah, jika dirinci sebagai berikut :
1.Ibadah kepada Allag semata sesuai dengan syariat-Nya (QS. Adz-Zariat : 56)
2.Tegaknya khilafah Allah di muka bumi (QS. Al-Baqarah : 30, QS. Hud : 61)
3.Saling mengenal sesame manusia (QS. Al-Hujurat : 13)
4.Kepemimpinan dunia (QS. An-Nur : 55)
5.Menghukum dengan syariat (QS. Al-Jatsiyah : 18, QS. Al-Maidah : 49)
Tujuan-tujuan tarbiyah menurut Ikhwanul Muslimin terdiri dari dua tujuan besar, dinataranya sebagai berikut :
1.Tujuan permanen, yakni menyangkut penerapan dari tujuan-tujuan tarbiyah islamiyah.
2.Tujuan kontekstual, yakni dengan pengamatan terhadap arus berbagai nilai yang mewarnai masyarakat dan bagaimana mencari perangkat yang dapat digunakan untuk menghadapinya dalam perspektif syariat Islam.
BAB Kedua : Beberapa Perangkat Tarbiyah Ikhwanul Muslimin
Pemahaman yang komprehensif dan utuh tentang Islam dalam diri Ikhwanul Muslimin ini menghasilkan keuniversalan fikrahnya yang menyentuh semua aspek reformasi umat dan tercermin pula di dalamnya semua ide perbaikan, sehingga setiap pembaharu yang tulus dan bersemangat akan mendapatkan semua impiannya dalam fikrah ini. Dalam fikrah ini juga bertemu berbagai impian para pecinta perbaikan yang mengerti dan memahami tujuan-tujuannya.
Sehingga, Ikhwanul Muslimin dapat pula dikatakan sebagai :
1.Dakwah salafiyah, mengembalikan Islam kepada sumbernya yang jernih, yakni Al-Qur’an dan Sunah Rasul-Nya.
2.Thariqah Sunniyah, beramal dengan landasan Sunnah.
3.Haqiqah Shufiyah, memahami bahwa asaskebaikan adalah kesucian jiwa, kejernihan hati, berpaling dari ketergantungan makhluk, kecintaan kepada Allah.
4.Hai’ah Siyasiyah, menuntut perbaikan hokum dari dalam.
5.Jama’ah Riyadhiyah, memperhatikan fisiknya dan menyadari bahwa mukmin yang kuat lebih baik daripada mukmin yang lemah.
6.Rabithah ‘Ilmiyah Tsaqafiyah, menjadikan aktivitas mencari ilmu sebagai satu kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah.
7.Syirkah Iqtishadiyah, Islam sangat memperhatikan pendistribusian harta dan perolehannya.
8.Fikrah Ijtima’iyah, memperhatikan penyakit-penyakit yang melanda masyarakat Islam dan berusaha memberikan terapi serta solusinya.
Perangkat yang dipergunakan Jamaah untuk mentarbiyah para anggotanya sangat beragam (dari yang umum hingga yang khusus) dan secara bertahap (dari keterikatan secara umum, lalu keterikatan persaudaraan, selanjutnya keterikatan dalam aktivitas, hingga keterikatan dalam jihad). Keberagaman bentuk dan tahapan ini tidak lain sebagai upaya nyata akan perangkat-perangkat ideal dalam tarbiyah. Perangkat-perangkat tarbiyah tersebut diantaranya sebagai berikut :
1.Usrah
2.Katibah
3.Rihlah
4.Mukhayam atau Mu’asykar
5.Daurah
6.Nadwah
7.Muktamar
Buku ini memaparkan tentang anatomi gerakan Ikhwan, mulai dari yang filosofis hingga yang sangat teknis. Spesifikasi objek kajian yang diambil adalah tentang perangkat-perangkat tarbiyah yang selama ini diterapkan oleh gerakan Ikhwan dalam membina kader-kadernya.

Oleh : Fajar Romadhon (Kadept Kaderisasi KAMMI Bandung 2016-2018)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*