Negeri ku yang sakit karena RIBA

Negara mana yang tidak tau negeri ku yang kaya nan elok, penjuru dunia sangat iri melihat begitu sempuranya negeri ini. Bahkan Syeikh Ali Thantawi pernah melakukan perjalanan ke pulau jawa (1953) sehingga beliau melahirkan catatannya khusus tentang Indonesia yang berjudul Potret Dari timur di Indonesia, untaian kalimat yang indah dari beliau “adapun jawa sungguh Allah telah mentakdirkan sejak penciptaan langit dan bumi bahwa jawa menjadi negeri Allah yang paling indah dan paling kaya, dia selalu dalam keadaan dalam musim semi, dan kesuburan yang mearata dimana-mana dan pemandangan yang hijau tidak ada awalnya dan ujungnya, ini adalah tanah kaya yang ada di mukabumi ini”. Belum termasuk Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Bali Papua dan pulau lainnya ayang ada di Indonesia.
Tapi hari ini negeriku yang sangat kaya ini sedang kesakitan,karena RIBA sudah mengeringkan tanahku yang elok dan indah. Bagaimana tidak, RIBA telah membuat kesenjangan social yang ada dinegeri ini, RIBA telah merusak SDM yang ada, RIBA lah yang menghambat lajunya pertumbuhan ekonomi, dan RIBA pula yang yang menjadi penyebab utama terjadinya Inflasi, bahkan \RIBA juga yang menjadi factor utama terjadinya krisis ekonomi Global ? percaya atau tidak akan saya buktikan dengan catatan kecil ini.
Sumber daya manusia merupakan penggerak utama dari roda ekonomi, maka rusaknya sumber daya manusia berarti rusaknya ekonomi Negara tersebut. RIBA menciptakan manusia yang malas bekerja dan takut mengambil resiko untuk mengembangkan hartanya, “Allah telah mengharamkan riba, karena riba menghalangi manusia untuk giat berusaha. Seorang pemilik dirham bila yakin akan meraih laba dari hasil akad riba dengan cara meminjamkan uang ke pihak lain tanpa harus mengeluarkan keringat dan menuai kerugian, tentu dia tidak akan mau bekerja yang belum tentu akan mendapatkan laba dan mungkin yang terjadi sebaliknya, ia akan menderita kerugian.
Seorang ekonom ternama dari Jhon Maynard Keykes menyimpulkan bahwa riba merupakan penghalang utama dari gerak ekonomi, ia mengatakan “suku bunga menghambat pertumbuhan ekonomi, karena suku bunga menghalangi lajunya gerak modal menuju kebebasan. Jika suku bungan dihapuskan maka modal akan bergerak laju dan tumbuh dengan cepat”
Dr. Schacht Hjalmar Ekonom dari Jerman yang pernah menjabat direktur Bank Reichs pernah berujar dalam pidatonya di Syiria “Berdasarkan hitungan matematika bahwa harta di dunia akan dikuasai oleh segelintir orang pemberi pemberi modal dalam bentuk riba, karena ia tidak akan pernah mengalami kerugian, dan sebaliknya sipenerima pinjaman dihadapkan kepada kenyataan untung-rugi” nah inilah yang membuat adanya kesenjangan social, dan kesenjangan social bias diatasi oleh Islam dengan penerapan Zakat dan pelarangan riba, karena Islam mengingnkan harta yang merupakan karunia Allah selayaknya dinikmati oleh sebanyak mungkin umat manusia.
Adapun terjadinya Inflasi ialah ketika keadaan perekonomian yang ditandai oleh kenaikan harga secara cepat sehingga berdampak pada menurunnya daya beli sebuah mata uang. Dan penyebab terjadinya inflasi adalah riba, karena produsen yang mendapatkan pinjaman modal dari pinjaman berbunga pasti akan menambahkan bunga yang harus dibayarkan kepada debitur kedalam harga barang produksinya. Jadi harga jual barang yang di produksi sama dengan biaya produksi ditambah bunga. Jika suku bunga naik, secara langsung harga barang dan jasa menjadi naik sehingga daya beli mata uang menjadi turun, ini yang dinamakan Cost-Push Inflation (Inflasi yang disebabkan oleh dorongan biaya produksi). Dan bila suku bungan menjadi turun, maka permintaan kredit menjadi tinggi. Bank-bank pemberi kredit memberikan kredit jauh lebih besar, maka bila jumlah uang lebih banyak dari yang semestinya maka terjadilah Inflasi yang dinamakan Demand-pull inflation (Inflasi karena meningkatnya permintaan).
Ini membuktikan bahwa suku bunga yang hakikatnya adalah riba merupakan penyebab utama terjadinya masalah perekonomian di negeri ini.

 

Oleh : Riswan Al Husaeri (Ketua Umum KAMMI UNISBA 2016)

Sumber Rujukan
Harta Haram Muamalat Kontemporer “Dr. Erwandi Tarmizi, MA”
Membangun Kemakmuran Umat “Ust. Budi Ahari, LC”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*