Menyusur Kata, Merajut Makna

(Sebuah Refleksi dari Nasihat Ibu Hj. Salmiah Rambe untuk Panitia Dauroh Marhalah 2 KAMMI Bandung)

Sederhana tapi dalem banget, itulah kesan pertama saya seusai bersilaturrahim dengan Ibu Hj. Salmiah Rambe (anggota Komisi D DPRD Kota Bandung). Silaturrahim tersebut dilakukan pada hari Senin, 16 Januari 2017. Meskipun awalnya silaturrahim ini untuk konsultasi dan meminta saran terkait kegiatan DM 2 KAMMI Bandung yang akan dilaksanakan bulan April mendatang, namun kami merasa sayang dengan kesempatan yang tidak banyak didapati ini. Sehingga kami juga meminta nasihat Ibu Salmiah, layaknya seorang anak dan Ibu, nasihat khusus untuk Panitia Dauroh Marhalah 2 KAMMI Bandung.
Dari rangkaian perbincangan kami, saya mendapati beberapa nasihat dan hikmah yang luar biasa. Diantaranya yaitu tidak ada yang kebetulan di dunia ini karena Allah telah mengatur sedemikian rupa tentang skema hidup makhluknya, harus menjaga keikhlasan, harus cerdas dalam bekerja, mampu menjaga amanah orang tua, dan menjaga pergaulan serta interaksi dalam bekerja.
Nasihat pertama, tidak ada yang kebetulan di dunia ini karena Allah telah mengatur kehidupan khususnya manusia. Nasihat ini tersirat saat kami berkenalan dengan beliau dan bertanya tentang studi kami. Ketika itu ibu bertanya,
“Wawat kuliahnya jurusan apa?”
“Saya ambil Pendidikan Luar Sekolah, bu. Kebetulan studi saya baru selesai” jawab saya.
“Alhamdulillah ya, karena tidak ada yang kebetulan semua sudah rencana Allah” kira kira begitulah nasihat Ibu kepada kami.
Dari perbincangan tersebut, beliau memberikan pesan bahwa semua sudah menjadi rencana Allah, termasuk posisi kita sebagai Panitia Dauroh Marhalah 2 KAMMI Bandung. InsyaAllah kita harus yakin bahwa Allah-lah yang telah memilih kita ada di posisi ini. Ingatlah bahwa ciri orang yang berpikir (Ulul albab) diantaranya adalah yang menyatakan “Ya Tuhan kami, tidaklah engkau menjadikan ini sia-sia” (Q.S Ali Imran: 191). Ingat pula bahwa Allah tidak akan membebani makhluknya melainkan sesuai dengan kafa’ahnya (kemampuannya) (Q.S Al-Baqoroh: 268). Jadi yakinlah bahwa posisi apapun kita di kepanitiaan ini semata karena Allah telah memilihkan yang terbaik untuk kita. Jadi, jangan biarkan posisi kita hari ini tidak memberikan manfaat.
Nasihat yang kedua yaitu memelihara keikhlasan. Kata ikhlas selalu beriringan dengan kata niat, karena ikhlas tergantung pada niatan itu sendiri. Ya yakin pembaca pun sudah sangat familiar dengan haditsnya “…sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatann….” (Hadits Arbain no. 1). Kata ini sering kita dengar atau kita baca tapi sulit sekali untuk dilaksanakan. Ikhlas adalah pekerjaan hati yang sifatnya sangat fluktuatif dan ukurannya pun abstrak, hanya Allah yang tahu. Terkadang kuat terkadang juga lemah. Sehingga keikhlasan harus sangat dipelihara lagi, lagi dan lagi. Oleh karena itu, sebagai Panitia DM 2 KAMMI Bandung kita harus senantiasa menjaga niatan kita hanya untuk Allah. Caranya adalah dengan menjaga hati, hati akan terjaga apabila ruhiyah-nya terjaga. Maka memberikan asupan ruhiyah adalah cara kita memelihara keikhlasan dalam diri kita. Sehingga kita senantiasa ber-lillah-lillah dalam beraktivitas. Meskipun lelah insyaAllah berkah. Amin.
Nasihat yang ketiga yaitu bekerja cerdas. Maksudnya bahwa dalam melakukan setiap aktifitas harus beserta ilmunya sehingga aktifitas kita terlaksana dengan sistematis, tidak asal asalan. Hal ini dikarenakan kita bukan hanya Event Organizer yang hanya bertanggung jawab untuk menyukseskan acara, tapi lebih dari itu kita akan melakukan aktifitas yang mulia yaitu memunculkan kader-kader yang memiliki profil. Bahwa kita akan bekerja untuk memfasilitasi para pemuda yang akan menjadi generasi penegak kalimat Allah sebagaimana output dari DM 2 ini adalah tercetaknya Syakhsiyyah daiyyah al-fikriyyah, yang mampu menjadi teladan masyarakat, memiliki kualifikasi keilmuan yang tinggi sesuai dengan bidang keilmuannya, menjadi guru bagi gerakan dan mampu mengislamisasikan ilmu pengetahuan pada bidangnya dan mempelopori penerapan solusi Islam terhadap berbagai segi kehidupan manusia (Manhaj Pengkaderan KAMMI). Dengan semangat tujuan tersebut, kita susun agenda acara yang dapat mencapai tujuan tersebut. Lalu kita laksanakan rancangan tersebut dengan baik, terkoordinasikan, dan tentunya dengan hati yang penuh keikhlasan.
Nasihat keempat adalah menjaga amanah orang tua. Dalam perbincangan ini, beliau (Ibu Salmiah) menitikberatkan kepada amanah studi. Jangan sampai posisi kita sebagai Panitia DM 2 ini menjadi penghambat dalam menyelesaikan studi. Karena orang tua telah berkorban untuk kita, maka kita berikan pula kado kelulusan untuk mereka. Semoga dengan itu kita bisa mendapatkan ridha orang tua yang menjadi syarat keridhaan Allah. Sebagaimana dalam hadits disebutkan “keridhaan Alloh ada pada keridhaan orang tua, dan murknya Alloh ada pada kemurkaan orang tua” (Al-Hadits).
Kelima, yaitu menjaga pergaulan terutama interaksi antara lawan jenis. Sekuat apapun seorang kader dakwah, syetan tidak akan lengah sebagaimana janji mereka dalam Al-Quran surat Al-a’raf ayat 16-17 yang artinya:
Iblis berkata: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”
Janji iblis dalam ayat tersebut patut menjadi perhatian yang sangat. Maka kita jangan lengah dan jangan memberikan celah baginya untuk menjerumuskan kita kedalam kesesatan.
Demikianlah yang bisa saya tuliskan disini. Meskipun tidak banyak, semoga dapat memberikan semangat untuk saudara-saudara saya khususnya panitia Dauroh Marhalah 2 KAMMI Bandung. Kesuksesan hajat kita ini adalah kesuksesan mulia. Maka, menjadi bagian dari kesuksesannya InsyaAllah mulia juga.

Oleh: Wawat Ermawati (Staf Kaderisasi PD KAMMI Bandung 2016-2018)

Referensi:
Al-Quran
Al-Hadits
Manhaj Pengkaderan KAMMI

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*