Memaknai Momentum Kemerdekaan dari Prespektif Pemuda Hari Ini

Tinggal menghitung hari tanah air akan merayakan kembali hari jadinya yang ke-71. Bigitulah seolah-olah setiap negera di dunia ini memiliki hari jadinya masing-masing, terlebih negara-negara yang dulunya merupakan negara korban imperialisme (penjajahan) abad belasan Masehi, korban dari ambisi keserakahan negara-negara tak manusia yang berani berabad-abad lamanya mempraktekan pemerasan dan perbudakan pada setiap negara-negara yang dilaluinya. Momentum hari kemerdekaan 17 Agustus mengingatkan kepada kita semua sebagai warga negara indonesia saat ini untuk terus mengambil hikmah atau pun pelajaran penting dari peristiwa kemerdekaan, baik sejarah pra kemerdekaan, persiapan kemerdekaan maupun pasca kemerdekaan. Ir.Soekarno dengan istilah andalannya yaitu “Jasmerah” yang merupakan akronim dari jangan sampai melupakan sejarah. istilah dari salah satu founding father tersebut mengingatkan kepada kita sebagai warga negara untuk memetik banyak pelajaran dari riwayat perjalanan bangsa ini, agarmana bangsa ini tidak tersandung kembali pada batu sandungan yang sama untuk yang kedua kalinya. Ingat kawan bawa kita semua adalah elemen penting dari bangsa (baca:Gerakan ke Negara), yang akan menentukan mau seperti apakah bangsa ini dimasa yang akan datang/such as whether indonesia in the future?. Terlebih para generasi mudalah akan menjadi generasi penerusnya,*hehe ingat kita semua termasuk elemen penting bangsa ini. Menelaah kembali tentang sejarah, bahwa momen kemerdekaan bangsa kita tidak terlepas dari yang namanya generasi muda. Banyak peristiwa penting terjadi melibatkan para generasi muda yang kemudian menjadi pelopor tonggak perjuangan melawan imperialisme banyak kemudian dahulu organisasi kepemudaan di tiap daerah yang terlahir atas dasar solidaritas dan keprihatinan atas kondisi bangsa, diantarnya jong sumatra bon, jong ambon,jong java dll. Flash back dikit sepenggal kisah dalam detik-detik persiapkan kemerdekan bahwa ada perdebatan penting yang terjadi antara golongan muda (sukarni, wikana, sayuti malik dkk) dan golongan tua (Moh.Hatta, soekarno dkk). Golongan muda yang ambisius menginginkan proklamsi kemerdekaan dilakukan sesegera mungkin, karena jepang telah menyerah pada sekutu (15 Agustus 1945) setelah dibomnya Kota Hirosima dan Nagasaki. Sedangkan golongan tuaersikukuh harus mempertimbangkan kondisi saat itu, hingga pada tanggal 16 Agustus 1945 terjadinya peristiwa Rengesdengklok oleh golongan muda. Akhirnya dari latar belakang peristiwa itu menjadi pendukung terjadinya peristiwa proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, bertepatan pada hari jumat 9 Ramadhan 1433 H. Akhirnya bangsa indonesiapun lahir sebagai negara yang merdeka dari penjajahan belanda dan jepang, memulai babak baru sebagai bangsa yang merdeka. Sedikit sepenggal sejarah keterlibatan para generasi muda tadi dari sekian banyak kisah pemuda yang tergores dalam perjalanan merdekanya bangsa ini.
Dalam konteks indonesia hari ini, banyak sekali pemahaman yang berkembang bagaimana mendefinisikan bangsa indonesia yang merdeka, banyak masyarakat hari ini mendefinisikan merdeka itu bukan terlepasdari penjajahan fisik semata, namun ada yang berpendapat hari ini indonesia belum merdeka, belum merdeka dari kemiskinan, penggangguran, korupsi dan banyak lagi, bahkan banyak aset-aset srategis negara saat ini yang sebagin besar sahamnya dimiliki oleh pihak asing. Sebagai referensi data untuk penduduk miskin di Indonesia dari data BPS (Badan Pusat Statistika) bulan maret 2016 mencapai 28,01 juta orang (10,86 persen), ini tentunya bukan angka yang sedikit kawan. Data ini tentunya memiliki dampak “Domino” terhadap timbulnya permasalah-permasalahan sosial lainya yang lebih kompleks, seperti meningkatnya pengangguran, tingkat pendidikan penduduk yang rendah, kualitas kesehatan masyarakat yang rendah, tidak prilaku kejahatan (krimnal) meningkat, merajarelanya prostitusi dan banyak lagi. Lantas mau seperti apakah posisi kita sebagai generasi muda saat ini? Yang tentunya harus terlibat dalam pembentukan nasib bangsa ini dimasa depan, mau dibawa kemana? *bukan lagu. Cara memaknai kemerdekaan generasi muda saat ini adalah dengan mengisi diri dengan hal-hal yang positif, berikut bebera cara memaknai kemerdekaan indonesia.
1.Menambah kapasitas dalam bidang keilmuan,
Tentu ini salah satu hal yang tepat dalam mengisi dan memaknai kemerdekaan hari ini bagi para generasi muda, bukan hal yang sebanding memang jika dibandingkan dengan perjuagan para pahlawan kemerdekaan dulu yang mengorbankan nyawanaya dimedan perang, namun dengan mennambah kapasitas keilmuan kita dalam berbagai bidang akademik maupun non-akademik, melalui lembaga formal maupun informal sama-sama berpotensi meningkatkatkan kwalitas generasi muda yang ada, ditambah lagi dengan pembagunan karakter dari berbagai nilai kehidupan seperti nilai-nilai agama, tentunya ini akan berdampak baik bagi perkembangan bangsa kedepaya. Ini tergambar dari berbagai riwayat kemajuan peradaban diberbagai belahan bumi, contoh saja bagaimana peradaban islam modern berjaya semasa bani Abbas yang berpusat di Bagdad dengan masa kejayaan selama 8 Abad lamaya, semua itu adalah didasarkan pada masarakat yang berorientasi kepada keilmuan dan nila-nilai agama yang terejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari (baca : Imperilium III). Sudah harus kita yakini bahwa dengan ilmu Alloh akan menggakat hambanya beberapa derajat seperti tertulis jelas dalam Quran surat Al-Mudjadilah ayat 11.
2.Membentuk mental wirausaha
Sungguh sangat mulia sekali orang-orang yang berjuang menjadi seorang wirausaha*pendapat sendiri hehe, karena seorang wirausaha ini secara tidak langsung mereka membantu permasalahan pengangguran yang ada indonesia, terlepas dari orientasi bisnis yang ada. Menurut data yang pernah saya dapatkan dalam sebuah seminar kewirausaan dijelaskan bahwa tingkat jumlah wirausahadi indonesia itu sekitar 6 % ditahun 2013, angka ini lebih kecil jika dibandingkan negara tingkat wirausaha yang ada di Singapura sekitar 11%. Banyak sekali ditahun ini generas muda yang terjun dalam bidang bisnis, ini salah satu fakta yang membanggakan dan tentunya berdampak baik untuk bangsa ini. Pentingnya membangun mindset seorang job creator dibandingkan dengan job seeker. Terlebih pola wirausaha yang berorientasi untuk memajukan ekonomi masyarakat seperti istilah yang kini populer yaitu social enterpreneur. Dimana pola wirausaha atau bisnis yang tidak hanya berorientasi pada kuntugan pribadi semata, tapi berfokus lebih dalam memberdayakan masyarakat agar prekonomianya meningkat lebih baik.
3. mengisi kemerdekaan dengan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan.
Memaknai momentum kemerdekaan dengan melibatkan diri dalam kesibukan-kesibukan organisasi sosial kemasyarakatan merupakan juga salah satu cara yang tepat dalam memaknai momen kemerdekaan hari ini. Berjamurnya organisi ataupun komunitas sosial kemasyarakatan yang dibentuk generasi muda salah satu tanda baik, hal ini menandakan bahwa semakin bertabahnya generasi muda yang prihatin, dan peduli kepada permasalahan-permasalan dalam kehidupan masyarakat. Baik organisasi yang berfokus dalam bidang lingkungan, pendidikan, sosial, ekonomi, dan bidang-bidanglainnya. Satu pelajaran berharga dari setiap organisasi atau komunitas sosial kemasyarakatan, mereka peduli dengan kondisi masyarakat hari ini, dan ingin menjadi bagian dari solusi untuk masyarakat. Meningkatkan sikap peduli sesama dan menjauhkan penyakit egosentrisme (berorientasi hanya pada diri sendiri) itu sangat penting, bukankah seorang hamba itu harus bermanfaat bagi sesamanya? Seperti terkadung dalam sebuah hadis riwaytat Thabrani “Khoirunas Angfauhum Linnas” yaitu sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.
Itulah beberapa cara dalam memaknai kemerdekaan bangsa ini, sedikit memang tapi semoga jadi sedikit referensi dan mejadi bahan evalusasi di bagi penulis sendiri. Yuk sama-sama mengisi masa muda ini dengan aktifitas-aktifitas positif, ajak kawan-kawanya untuk sama-sama berbuat positif. Ingat masa muda cuma sekali jangan disia-siakan kawan, mengutip kalimat dari Pak.Budi Waluyo (Perintis Sekolah TOEFL Online) Let’s Break The Limits!!! Janganan sampai keterbatasan apapun menjadi penghambat diri kita untuk lebih berkebang dan bermanfaat. Dirgahayu RI ke-71. Semoga Alloh senantiasa merahmati tempat tinggal kita.

Oleh : Yuda Wardiana (Staff KP KAMMI Bandung 2016-2018)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*