KAMMI DAN H.O.S TJOKROAMINOTO (Bag-2)

Pemikirannya mengenai sosialisme islam yang dilandasi oleh Al-Qur’an tercermin pada sebuah organisasi mahasiswa di Indonesia, yaitu KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia). KAMMI memiliki cita-cita menjadi wadah perjuangan permanen yang akan melahirkan kader-kader pemimpin masa depan yang tangguh dalam upaya mewujudkan masyarakat Islami di Indonesia. Cita-cita KAMMI ini didasarkan pada QS. Al-Ashr: 1-3, yang berarti bahwa semua gerak dan semua langkah yang KAMMI lakukan dalam rangka mewujudkan cita-cita KAMMI, dilandaskan pada Al-Qur’an sebagaimana yang dilakukan oleh H.O.S. Tjokroaminoto. Lebih dalam lagi, asas dari KAMMI adalah islam. Maka ketika sebuah organisasi berasaskan islam, semua hal yang berkaitan dengan organisasi tersebut berada dalam koridor islam, yang tentunya sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits.
Hal ini hendaknya juga tertanam pada seluruh kader KAMMI dan seluruh masyarakat muslim Indonesia, yakni menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupannya sehingga cita-cita yang diinginkan oleh setiap manusia yaitu selamat dunia dan akhirat akan dapat dicapai.
Selain pemikirannya mengenai sosialisme islam, H.O.S Tjokroaminoto pun memiliki pemikiran tentang pentingnya pendidikan kebangsaan untuk masyarakat Indonesia agar keluar dari cengkeraman para penjajah.
Tujuan pendidikan kebangsaan yang ingin dicapai oleh H.O.S Tjokroaminoto adalah untuk menjadikan anak didik sebagai seorang muslim yang sejati dan sekaligus menjadi seorang nasionalis yang berjiwa besar penuh kepercayaan kepada diri sendiri. Pelaksanaan pendidikan dan pengajaran kebangsaan bertujuan untuk menanamkan cita-cita demokrasi sebagai benih sumber cita-cita perjuangan dalam usaha mengangkat derajat dan martabat bangsa, menanamkan prinsip-prinsip keberanian yang bersifat luhur, ikhlas kesetiaan dan kecintaan kepada yang benar, menanamkan sifat-sifat budi pekerti yang halus dan tingkah laku yang menjurus kearah terciptanya sikap sopan santun dan berperadaban tinggi, menanamkan prinsip-prinsip hidup sederhana dan sikap saleh dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara, dan menanamkan prinsip-prinsip yang menjunjung tinggi dan menghargai derajat serta martabat bangsa sendiri, antara lain mempelajari buku-buku karangan Indonesia sendiri, sejarah bangsa sendiri dan lain-lain yang datang dari dan oleh kekuatan bangsa kita sendiri.4
Pendidikan harus berdasarkan pada sumber Islam yakni al-Qur’an dan al-Hadits. Konsep apapun harus menggunakan ajaran Islam sebagai dasar utama. H.O.S. Cokroaminoto dalam melaksanakan pendidikan berdasarkan kepada kedua sumber tersebut (Cokroaminoto, 1955: 48). 4
Menurut H.O.S. Cokroaminoto ilmu harus diperoleh dengan akal, tetapi tidak boleh dipisahkan dari pendidikan budi pekerti dan pendidikan rohani (Cokroaminoto, tt: 45). Ia mengakui bahwa Islam yang bersumber al-Qur’an dan al-Hadits itulah yang memajukan berbagai ilmu (Cokroaminoto, 1955: 48). Oleh karena itu pendidikan harus berdasar dan tidak menyimpang dari sumber Islam tersebut. 4
Tujuan pendidikan kebangsaan yang ingin dicapai menurut H.O.S. Cokroaminoto adalah untuk menjadikan anak didik sebagai seorang muslim yang sejati dan sekaligus menjadi seorang nasionalis yang berjiwa besar penuh kepercayaan kepada diri sendiri (Amin, 1995: 50). 4
Prinsip pendidikan kebangsaan yang dicanangkan oleh H.O.S Tjokroaminoto adalah cinta tanah air, pendidikan keberanian dan bela negara serta menanamkan kemandirian melalui persatuan dan kesatuan. 4
Prinsip pendidikan kebangsaan pertama yaitu cinta tanah air tercermin pada visi KAMMI yang memiliki cita-cita untuk mewujudkan masyarakat islami di Indonesia.

Sehingga para kader KAMMI dituntut untuk memiliki kecintaan pada tanah airnya, Indonesia. Karena dalam pergerakannya KAMMI berusaha membawa perubahan bagi Indonesia menuju arah yang lebih baik, ini membuktikan bahwa para kader KAMMI memiliki rasa cinta pada tanah airnya.
Rasa cinta tanah air ini yang sekarang sangat terasa berkurang khususnya dalam diri pemuda Indonesia. Mereka lebih mengedapankan karya-karya bangsa lain dibandingkan bangsa Indonesia. Pendidikan yang dicanangkan sekarang pun masih memerlukan tambalan di berbagai sisi, padahal apabila konsep pendidikan kebangsaan yang dimiliki oleh H.O.S Tjokroaminoto diterapkan pada sistem pendidikan Indonesia sekarang, Indonesia akan memeiliki generasi penerus yang berintelektual dan juga memiliki niali-nilai islami di setiap kehidupannya.
Prinsip pendidikan kebangsaan kedua yaitu pendidikan keberanian dan bela negara terdapat pada kredo gerakan KAMMI yang kedua yaitu kami adalah orang-orang pemberani. Hanyalah Allah yang kami takuti. Tidak ada satu makhluk pun yang bisa menggentarkan hati kami, atau membuat kami tertunduk apalagi takluk kepadanya. Tiada yang kami takuti, kecuali ketakutan kepada-Nya. Serta kredo gerakan KAMMI yang ketiga yaitu kami adalah para petarung sejati. Atas nama al-haq kami bertempur, sampai tidak ada lagi fitnah di muka bumi ini. Kami bukan golongan orang yang melarikan diri dari medan pertempuran atau orang-orang yang enggan pergi berjihad. Kami akan memenangkan setiap pertarungan dengan menegakkan prinsip-prinsip Islam.
Prinsip keberanian dan bela negara tidak akan terwujud apabila seseorang tidak memiliki kecintaan pada negaranya, maka hendaknya setiap generasi penerus bangsa menanamkan kecintaan pada negara dan tanah airnya dari sejak dan mulai sekarang.
Prinsip pendidikan kebangsaan ketiga yaitu menanamkan kemandirian melalui persatuan dan kesatuan terdapat pada visi KAMMI yaitu memelopori dan memelihara komunikasi, solidaritas, dan kerjasama mahasiswa Indonesia dalam menyelesaikan permasalahan kerakyatan dan kebangsaan. Selain pada visi KAMMI, prinsip pendidikan kebangsaan yang ketiga pun tercermin pada salah satu prinsip gerakan KAMMI yaitu persaudaraan adalah watak muamalah KAMMI. KAMMI sebagai organisasi mahasiswa muslim di Indonesia dituntut untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan di Indonesia demi terwujudnya visi KAMMI. Hal ini akan terasa oleh para kader-kader KAMMI di seluruh daerah di Indonesia karena para kader KAMMI memiliki cita-cita yang sama, maka tak heran para kader KAMMI memiliki connection di setiap daerahnya, di setiap kampusnya, di setiap provinsinya, bahkan sampai di luar Indonesia.

Bangsa Indonesia yang memiliki banyak sekali suku bangsa, ras dan agama, sehingga sangat perlu untuk membangun persatuan dan kesatuan di dalamnya. Masyarakat Indonesia perlu memiliki rasa yang sama atas nama bangsa Indonesia sehingga tidak mudah dipisahkan oleh masalah-masalah yang dapat menimbulkan perpecahan bangsa. Karena mungkin saja kemerdekaan yang sebenarnya belum dirasakan oleh semua lapisan masyarakat di Indonesia salah satu faktor penyebebanya adalah masih adanya perpecahan dalam bangsa Indonesia.
Keterlibatan H.O.S Tjokroaminoto dalm dunia pergerakan berawal ketika ia diminta Hadji Samanhoedi untuk, membenahi Sarekat Dagang Islam (SDI), yang menghadapi batasan politik pemerintah kolonial Belanda. Sejak saat itulah, ia kemudian mendirikan Sarekat Islam (SI), sebagai perwujudan baru SDI dalam lingkup lebih luas; SI tidak hanya sebuah asosiasi yang didirikan semata untuk kepentingan ekonomi melawan pengusaha Cina, tapi juga menyentuh perjuangan di bidang politik. Tjokroaminoto, pendiri dan sekaligus pemimpin SI, telah menjadikan lembaga tersebut semakin intensif bergerak dalam pergerakan nasional Indonesia Dan melalui SI ini pula, Tjokroarninoto tampil menjadi seorang tokoh yang memberi sumbangan penting dalam pergerakan, sekaligus seorang intelektual yang memperkaya wacana politik Islam di Indonesia.5
Pemikiran politik Tjokroaminoto dirumuskan seiring dengan posisinya sebagai pemimpin SL Karena itu, pemikiran Tjokroaminoto kerap dikemukakan dalam rangka menjawab tantangan dan dinamika perjuangan, baik dalam tubuh SI maupun di kalangan masyarakat Indonesia pada umumnya. Hal ini terutama berbubungan dengan pergolakan dalam tubuh SI, khususnya mereka yang memiliki haluan politik komunis, dan kemudian nasionalis. Dan karena itu pula, pemikiran politik Tjokroaminoto kerap bernada apologetis. 5
Demikianlah, tampil mewakili kelompok Muslim, Tjokroaminoto berusaha menjadikan sebagai Islam sebagai ideologi perjuangan politik, yang memang menjadi konsentrasi utama gerakan SI. Bagi Tjokroaminoto, dan juga anggota SI, Islam telah menjadi alat pemersatu bangsa Indonesia. Karena faktor agama inilah SI berkembang menjadi satu organisasi pergerakan yang memiliki jumlah pengikut sangat banyak, dan karenanya bisa dengan mudah terkonsolidasi menjadi gerakan politik Islam Indonesia terkemuka di awal abad ke-20. 5
Sejalan dengan itu, Tjokroarninoto berpandangan bahwa Islam dan politik merupakan
satu kesatuan. Islam meliputi tidak hanya masalah spiritual keagamaan, tetapi juga masalah-masalah sosial politik dan ekonomi. Dalam kerangka ini, Tjokroaminoto menulis sebuah buku, Islam dan Sosialisme, yang antara lain, ditujukan untuk menjawab sikap sebagian anggota SI yang berhaluan kiri, di samping juga menjadi semacam tawaran program
pembaharuan untuk menjadikan kehidupan sosial, ekonomi, dan politik sejalan dengan ajaran Islam. Dalam buku ini, Tjokroaminoto juga menekankan bahwa Islam bisa menjadi landasan penting dalam menciptakan persatuan Indonesin; Islam bisa menciptakan solidaritas kebangsaan yang berfungsi sebagai penghalang bagi tumbuhnya nasionalisme chauvinistik, bahkan nasionalisme di tingkat etnis-regional.
Berdasarkan pemikiran di atas, Tjokroaminoto kemudian mengedepankan konsep umat sebagai bentuk rumusan mnsyarakat Indonesia yang hendak diwujudkan. Dalam hal ini, “negara madinah” yang didirikan Nabi Muhammad dipercaya bisa menawarkan pemerintahan demokratis, dan karenanya menjadi acuan Tjokroaminoto. Menurut Tjokroaminoto, di negara madinah lah konsep musyawarah dan kesetaraan hukum telah dipraktekkan, dan karena itu pula ia bisa menjadi model acuan untuk membangun masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam.
Pemikiran H.O.S Tjokroaminoto yang menyatakan bahwa islam dan politik merupakan satu kesatuan mencerminkan bahwa beliau mengedepankan islam sebagai dasar pergerakannya. Islam merupakan sebuah ideologi dimana islam mencakup semua lini kehidupan, mulai dari hal yang terkecil seperti bangun tidur hingga hal yang besar seperti membangun sebuah negara islami. Konsep islam yang dibawa oleh H.O.S Tjokroaminoto adalah Konsep Syumuliatul Islam.
Konsep ini pun tercermin pada KAMMI, dimana pergerakan KAMMI melakukan pembinaan keislaman, keimanan, dan ketaqwaan kepada para kadernya lalu menggali, mengembangkan hingga memantapkan potensi dakwah, intelektual, sosial dan politik mahasiswa. KAMMI tidak hanya memikirkan bagaimana caranya mendapatkan kader namun jauh daripada itu KAMMI berusaha mewujudkan kader yang berkualitas dunia dan akhirat.
Apabila konsep Syumuliatul Islam ini dipegang oleh setiap muslim khususnya di Indonesia, politik tidak akan dijadikan musuh atau hal yang tidak penting oleh masyarakatnya. Maka dari itu mulai sejak sekarang hendaknya setiap muslim berusaha untuk menjadi muslim yang kaffah sehingga tidak akan memisahkan antara urusan duniawi dengan akhirat.

Oleh : Zainab Zahira Azzahra (KAMMI Bandung)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*