Dibalik Konflik di Syuriah Saat Ini

Ketika media memberitakan bahwa konflik yang terjadi di Syuriah merupakan konflik politik atau perebutan kekuasan yang mana membuat Masyarakat memandang itu merupakan konflik yang wajar dari sebuah negara, dan itu merupakan tugas negara tersebut untuk menyelesaikannya tanpa perlu kita ikut membantu menyelesaikannya. Tetapi sesungguhnya itu bukan konflik biasa, melainkan pembantaian Masyarakat Sunni.

Pada kenyataannya seperti yang di sampaikan oleh salah seorang relawan Misi Medis Syuriah, Ust Ihsanul Faruqi bahwa Masyarakat Sunni yang telah menjadi korban pembantaian di Syuriah telah mencapai 300.000 jiwa lebih selama 5 tahun terakhir sampai 2016, jumlah ini lebih banyak di banding korban konflik yang terjadi di palestina dalah kurun waktu 10 tahun lebih.

Pembantaian ini dilakukan oleh presidennya sendiri Bashar Al Asad, seorang pemeluk Syiah Nushairiyah. Dalam kitab Al-Mausu’ah Al Muyasaroh fil Adyan wal Madzahib wal Ahzab al Mu’aasyiroh dijelaskan bahwa Syiah merupakan paham yang mengikuti Muhammad bin Nushair an-Numairi, yang merupakan pecahan dari sekte Syiah.

Sekte ini merupakan salah satu sekte yang paling sesat diantara sekte Syiah yang ada, bahkan Imam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa sekte ini lebih kafir dibanding yahudi dan nasrani karena mereka meyakini bahwa Ali adalah Allah dan Allah adalah Ali, dan mereka punya syariat sendiri yang berbeda dengan Syariat Islam.

Belajar dari Muslim Syuriah

Rosulullah bersabda” Beruntunglah orang Syam” , salah seorang sahabat bertanya “karena apa wahai Rosul ?”. Rosulullah menjawab” karena malaikat Rohmah membentangkan sayap diatasnya”. Negeri Syam dijamin kebaikannya, bagaimana tidak, negeri yang sampai Malaikat Rohmah membentangkan sayap diatasnya.
Lalu mungkin kita akan bertanya, bagaimana mungkin negeri yang dijamin kebaikannya, dan di naungi oleh sayap malaikat, saat ini menjadi negeri pertumpahan darah dan pembantaian.
Kalau melihat dari sisi duniawi, maka ini akan terlihat seperti sesuatu yang kurang tepat dengan sabda nabi SAW, bisa jadi yang paling pas negeri-negeri di eropa yang sangat jarang terjadi konflik pertumpahan darah. Tetapi ketika melihat dari sisi Keimanan, ini menjadi bukti bahwa orang-orang Syuriah punya keimanan yang luar biasa.

Ketika salah seorang dari keluarganya menjadi korban, mereka malah merasa senang karena dengan itu anaknya dicatat sebagai seorang syahid dijalan Allah. Sebagaimana dituturkan oleh ust Ihsanul Faruqi ketika berada di Syam, ketika beliau melihat seorang ayah yang anaknya menjadi korban, beliau menepuk punggung seorang ayah tersebut dan meminta bersabar. Dengan senyuman dan air mata kasih sayang, seorang ayah tersebut menepuk kembali dan berkata”beri selamat kepada ku ya ihkwah, sesungguhnya anakku telah mati syahid”.

Anak anak Syuriah begitu semangat menghafal alquran walaupun nyawa menjadi taruhannya, dan ketika ditanyakan untuk apa ingin menghafal alquran dan setelah menghafal Alquran mau apa ?”. Dengan jiwa kesatria dan penuh keimanan mereka menjawab “ setelah kami menghafal alquran saya ingin berjihad di jalan Allah sampai kami syahid”. Masya Allah. Begitu luar biasa keimanan penduduk Syam. Ini sesuai dengan sabda Nabi SAW,“ketika fitnah merajalela maka iman tempatnya di Syam”.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*